Raijin Fujin . . Sasuke vs Naruto

Posted on Updated on

NUNaruto-01-02

Raijin adalah salah satu dewa dalam mitologi Jepang. Raijin mempunyai penampilan berotot dengan membawa beberapa drum yang berlambang “tomoe” dipunggungnya.
Untuk memanggil petir, Raijin mengunakan cara memukul drum-drum yang dibawanya itu.

Tomoe (巴 atau 鞆 絵?, と も え) dan tomowe (と も ゑ?) Dalam bentuk kuno, adalah bentuk abstrak Jepang digambarkan sebagai pusaran yang menyerupai koma atau simbol magatama. Asal tomoe tidak pasti. Simbol ini adalah desain umum di Jepang untuk lambang keluarga atau perusahaan, khususnya untuk lambang tomoe rangkap tiga yang dikenal sebagai mitsudomoe (三 つ 巴?). Beberapa melihat mitsudomoe sebagai wakil dari 3 elemen seperti Manusia, Bumi dan Langit di agama Shinto. Awalnya, itu dikaitkan dengan dewa perang kepercayaan Shinto Hachiman, dan diadobsi oleh samurai sebagai simbol tradisional mereka. Salah satu varian mitsudomoe, yaitu Hidari Gomon, adalah simbol tradisional dari Kerajaan Ryukyu. Atau Koyasan Shingon yaitu sekte Buddha menggunakan yang menggunakan lambang Hidari Gomon sebagai representasi visual dari siklus kehidupan.

Fūjin (風神?) Atau Futen adalah dewa angin dalam mitologi Jepang dan salah satu yang tertua dari kepercayaan dewa Shinto.

Dia digambarkan sebagai penyihir-seperti setan menakutkan, berkulit coklat kemerahan mengenakan kulit macan tutul, membawa tas besar angin di pundaknya.

Diceritakan bahwa Fujin muncul dalam pembuatan dunia dan Fujin yang pertama kali melepaskan angin dari “kantungangin”nya ke dunia dan menghapus embun pagi dan memenuhinya diantara surga dan bumi hingga matahari terbit..

Menurut sebuah legenda yang berasal dari Cina Fuujin dan Raijin (Dewa petir) awalnya adalah setan yang menentang Buddha, lalu mereka tertangkap setelah bertempur melawan Pasukan Surga dan kemudian mereka menjadi Dewa.

Ikonografi (Ilmu Arca) dari Dewa angin Fuujin sepertinya berasal dari pertukaran budaya di sepanjang Jalan Sutra, dimulai dari periode Helenistik saat Yunani menguasai sebagian besar wilayah Asia tengah dan India dimana Boreas, Dewa Angin Yunani menjadi Dewa Wardo di Greco-Buddhist art lalu meluncur ke China, Dewa angin Tarim Basin dan akhirnya sampai ke Jepang -Dewa Fuujin. Namun walau menyebar di berbagai tempat simbol dewa angin selalu menggunakan tas yang berisi angin dan tampilan yang kusut.

Dalam seni Jepang, dewa sering digambarkan bersama-sama dengan Raijin, dewa petir, guntur dan badai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s